Home / Kajian / Jihad; Sebagai Pertahanan Atau Karena Kekufuran? (2)

Jihad; Sebagai Pertahanan Atau Karena Kekufuran? (2)

Lanjutan Jihad; Sebagai Pertahanan Atau Karena Kekufuran? (1)
Oleh: Mulabbil Bait

Dalil Pendapat Kedua

Dalil pendapat kedua yang menyatakan bahwa alasan diperbolehkannya jihad perang adalah adanya kekufuran baik mereka memusuhi atau tidak sebagai berikut:

Q.S. At Tawbah ayat 5:

فَإِذَا انْسَلَخَ الْأَشْهُرُ الْحُرُمُ فَاقْتُلُوا الْمُشْرِكِينَ حَيْثُ وَجَدْتُمُوهُمْ وَخُذُوهُمْ وَاحْصُرُوهُمْ وَاقْعُدُوا لَهُمْ كُلَّ مَرْصَدٍ فَإِنْ تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآَتَوُا الزَّكَاةَ فَخَلُّوا سَبِيلَهُمْ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

“Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang.” (Q.S. At Tawbah: 5)

Q.S. At Tawbah ayat 29:

قَاتِلُوا الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَا بِالْيَوْمِ الْآَخِرِ وَلَا يُحَرِّمُونَ مَا حَرَّمَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَلَا يَدِينُونَ دِينَ الْحَقِّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حَتَّى يُعْطُوا الْجِزْيَةَ عَنْ يَدٍ وَهُمْ صَاغِرُونَ

“Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.” (Q.S. At Tawbah: 29)

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ فَإِذَا فَعَلُوا عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ إِلَّا بِحَقِّ اْلإِسْلَامِ وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللَّهِ

“Aku (Muhammad) diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka mau bersaksi bahwa sesungguhnya tiada tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah dan mendirikan shalat serta membayar zakat. Jika mereka telah mengerjakan itu semua, maka mereka akan memperoleh penjagaan dariku, darah dan harta mereka kecuali dengan hak Islam dan perhitungan mereka kepada Allah.”

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: اقتلوا شيوخ المشركين واستحيوا شرخهم

“Bunuhlah orang-orang tua dari orang-orang musyrik dan terhadap anak-anak kecil mereka.”[1]

Dengan dua ayat di atas pendapat kedua ini mengatakan bahwa yang melatar belakangi wajibnya memerangi orang kafir adalah kekufuran mereka, bukan hirabah (adanya permusuhan) dengan bukti pada ayat pertama (At Tawbah: 5) yang memerintahkan untuk memerangi orang musyrik sampai mereka mau beriman dan taubat. Artinya mereka akan tetap diperangi jika tidak mau beriman (kufur). Dikuatkan juga dengan ayat kedua (At Tawbah: 29) yang berisi perintah untuk memerangi mereka kecuali mereka mau tunduk dan membayar jizyah. Dan untuk menanggapi sekilas pertentangan antara ayat-ayat ini dengan ayat-ayat yang digunakan hujjah oleh mayoritas ulama (pendapat pertama). Menurut mereka, dua ayat ini menasakh (menghapus hukum) ayat-ayat yang digunakan dalil mayoritas ulama, karena dua ayat ini diturunkan lebih akhir dari ayatnya mayoritas ulama.[2] Lagi pula dalam hadits yang pertama, di sana dijelaskan bahwa Nabi diperintahkan untuk memerangi orang-orang musyrik sampai mereka mau memeluk agama Islam. Ditambah hadits yang kedua tentang perintah Nabi untuk membunuh orang-orang tua dari kaum musyrikin. Jika alasan (illat) membunuh tersebut adalah hirabah (permusuhan) tentu Nabi tidak akan menyuruh membunuh orang tua. Bagaimana mungkin orang yang sudah tua bisa menampakkan sikap permusuhan sehingga harus dibunuh?
Selengkapnya buka link:

Jihad; Sebagai Pertahanan Atau Karena Kekufuran? (3)
Jihad; Sebagai Pertahanan Atau Karena Kekufuran? (1)

Sumber: Teras Pesantren Edisi V

[1] Hadits diriwayatkan oleh Abu Dawud dan at Turmudzi dari haditsnya Samurah bin Jundub

[2] Ibnu Hajar, At Tuhfah juz IX hal. 241 dan Mughni Al Muhtaj juz IV hal. 234

(Visited 38 times, 1 visits today)

About Irham SingoCandi

Check Also

Barisan Terburuk dari Shalat Perempuan Adalah yang Paling Depan?

Dalam suatu kesempatan selepas isya’, seorang bapak menghampiri saya dan membuka perbincangan. Perbincangan ringan pun …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *