Home / Kajian / Pengembangan Media Lagu Berbahasa Arab untuk Peningkatan Penguasaan Mufrodat bagi Siswa MTs/SMP

Pengembangan Media Lagu Berbahasa Arab untuk Peningkatan Penguasaan Mufrodat bagi Siswa MTs/SMP

Pembelajaran bahasa Arab di tingkat MTs/SMP masih memiliki banyak masalah. Salah satu permasalahan yang terjadi di lapangan adalah tentang pembelajaran mufrodat yang masih dihadapi oleh para siswa. Para guru bahasa Arab juga masih sering menggunakan media yang sifatnya monoton untuk mengajarkan mufrodat. Pengembangan Media Lagu Berbahasa Arab untuk Peningkatan Penguasaan Mufrodat bagi Siswa MTs/SMP akan mengantarkan siswa mempelajari bahasa Arab dengan senang dan mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development. Penelitian ini menghasilkan lagu-lagu berbahasa Arab yang bisa digunakan untuk media pembelajaran mufrodat bagi siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) atau Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kata Kunci: Media, Lagu, Mufrodat, Bahasa Arab

PENDAHULUAN

Pembelajaran bahasa kedua merupakan hal yang sudah biasa ditemukan pada masyarakat multilingual. Bahasa kedua itu bisa bahasa nasional, bahasa resmi kenegaraan, bahasa resmi di kedaerahan, atau juga bahasa asing (bukan bahasa penduduk asli) (Iskandarwassid 2011:89). Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa asing yang banyak diajarkan baik secara formal maupun non formal di Indonesia. Terdapat unsur-unsur dan keterampilan yang diajarkan dalam pembelajaran bahasa. Dalam unsur bahasa terdapat tata bunyi (fonologi/ilmu al ashwat), tata tulis (ortografi/kitabah al-huruf), tata kata (al-sharf), tata kalimat (nachwu), dan kosa kata (al-mufrodat). Sedangkat keterampilan berbahasa terdiri atas membaca (al-qira’ah), menulis (al-kitabah), berbicara (al-kalam), dan menyimak (al-istima’) (Effendy 2009: 102). Dalam pembelajaran bahasa Arab antara unsur-unsur bahasa dan keterampilan berbahasa tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya.

Salah satu hal yang perlu dipelajari dalam pembelajaran bahasa Arab adalah kosakata (mufradat). Seperti halnya qawa’id, kosakata (mufradat) adalah merupakan sarana atau media untuk belajar bahasa Arab, bukan tujuan pembelajaran bahasa Arab itu sendiri. namun demikian tidak dapat dipungkiri bahwa kosakata itu sangat penting dalam pembelajaran bahasa asing termasuk Bahasa Arab.

Kosakata (mufradat) adalah himpunan kata atau khazanah kata yang diketahui oleh seseorang atau kelompok, atau merupakan bagian dari suatu bahasa tertentu. Kosakata seseorang didefinisikan sebagai himpunan semua kata-kata yang dimengerti oleh orang tersebut dan kemungkinan akan digunakannya untuk menyusun kalimat baru. Kekayaan kosakata seseorang secara umum dianggap merupakan gambaran dari intelejensia atau tingkat pendidikannya.
Menurut Horn, kosakata adalah sekumpulan kata yang membentuk sebuah bahasa. Peran kosakata dalam menguasai empat kemahiran berbahasa sangat diperlukan sebagaimana yang dinyatakan Vallet adalah bahwa kemampuan untuk memahami empat kemahiran berbahasa tersebut sangat bergantung pada penguasaan kosakata seseorang. Meskipun demikian pembelajaran bahasa tidak identik dengan hanya mempelajari kosakata. Dalam arti untuk memiliki kemahiran berbahasa tidak cukup hanya dengan menghafal sekian banyak kosakata (Mustofa 2010: 64 ).

Pengajaran bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah selanjutnya disingkat MTs di kota Semarang selama ini berlangsung masih mengalami beberapa kendala. Jika dilihat dari  nilai yang dicapai oleh siswa masih banyak yang di bawah KKM. Minal belajar siswa juga tergolong rendah. Mereka mengikuti pelajaran bahasa Arab tidak serius hanya sambil lalu dan hanya menggugurkan kewajiban masuk kelas karena mau tidak mau mereka harus mengikuti pelajaran tersebut. Sebagian besar siswa menganggap bahwa pelajaran bahasa Arab tidak terlalu penting bagi mereka karena tidak diujikan dalam Ujian Nasional. Anggapan yang berkembang di kalangan siswa berpengaruh bagi hasil tes semester pelajaran bahasa Arab.

Kendala lain yang masih ditemui dalam pembelajaran bahasa Arab adalah lemahnya penguasaan mufrodat bahasa Arab, padahal dalam bahasa Arab mufrodat merupakan unsur yang sangat penting dalam pelajaran bahasa Arab. Siswa tidak menguasai banyak mufrodat. Penguasaan mufrodat yang lemah ini membuat siswa tidak dapat memahami pokok pikiran dalam bacaan dan tidak mampu memahami percakapan yang mereka dengar serta tidak mampu mengungkapkan keinginan mereka dalam berkomunikasi menggunakan bahasa Arab. Hal ini lah yang menyebabkan prestasi bahsa Arab mereka lemah.

Dalam proses pembelajaran penguasaan mufrodat , metode yang digunakan guru masih bersifat seederhana dan belum bisa memperlakukan siswa sebagai  individu yang memiliki karakteristik yang beragam. Guru masih menyeragamkan pendekatan yang digunakan dalam memperlakukan setiap siswa, padahal dalam dataran ideal seharusnya guru memperlakukan masing-masing siswa sesuai dengan karakteristik masing-masing individu sehingga guru harus mengenal masing-masing siswa dan kemampuan mereka. Karena pendekatannya seragam maka yang terjadi siswa yang memiliki kemampuan lambat mengalami kejenuhan dan tidak mampu mengejar ketertinggalan mereka.

Siswa MTs memiliki usia pada rentangan umur 12 sampai 15 tahun. Pada usia ini mereka masih senang belajar dengan cara yang santai  dan  menyenangkan.  Di antara metode yang dicoba ditawarkan untuk meningkatkan penguasaan mufrodat bagi mereka adalah dengan metode lagu. Siswa MTs merasa senang apabila mereka belajar dengan mendendangkan lagu-lagu yang liriknya sudah digubah sedemikian rupa dengan muatan mufrodat  yang ada dalam pelajaran bahsa Arab mereka.  Diharapkan dengan cara ini mereka mengalami peningkatan penguasaan mufrodatnya.

Rumusan masalah yang akan diungkap dalam penelitian ini adalah : (1) bagaimana kebutuhan siswa dan guru terhadap media lagu berbahasa arab bagi peningkatan penguasaan mufrodat bahasa Arab di MTs? dan (2). bagaimana respon siswa terhadap media lagu berbahasa Arab bagi peningkatan penguasaan mufrodat siswa MTs?

 

1)        Metode Pembelajaran

Menurut Pringgawidagda (2002:20), pengertian pembelajaran adalah proses memperoleh atau mendapatkan pengetahuan tentang subjek atau keterampilan yang dipelajari, pengalaman, atau instruksi. Dan suatu perubahan perilaku yang relative tetap dan merupakan hasil praktek yang diulang-ulang. Adapun pengertian pembelajaran menurut Tho’imah (1989: 45) adalah jenis kegiatan atau aktivitas untuk memperoleh beberapa pengalaman belajar yang disampaikan melalui materi atau ilmu tertentu, dan beberapa keterampilan serta arahan kepada siswa dan mahasiswa.

Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah proses penyampaian informasi atau pengetahuan dari guru dan dosen kepada siswa dan mahasiswa tentang materi, keterampilan yang dipelajari, dan pengalaman dengan metode tertentu secara praktis untuk memperoleh ilmu dan pengetahuan.

Metode dalam bahasa Arab disebut dengan ath-thariqah, adalah rencana menyeluruh yang berkenaan dengan penyajian materi bahasa Arab secara teratur, tidak ada satu bagian yang bertentangan dengan yang lain yang semuanya berdasarkan atas approach yang telah dipilih. Sifatnya prosedural (Arsyad 2003:19). Djamarah dan Zain (2006:78), mengemukakan lima macam faktor yang mempengaruhi penggunaan metode pembelajaran (1) tujuan yang bermacam-macam jenis dan fungsinya, (2) anak didik yang bermacam-macam tingkat kematangannya, (3) situasi yang bermacam-macam (4) fasilitas yang bermacam-macam kualitas dan kuantitasnya, dan (5) pribadi guru serta kemampuan profesional yang berbeda-beda. Siswa sebagai subyek yang mempelajari bahasa Arab hendaknya memahami fungsi bahasa Arab yang dipelajarinya. Adapun fungsi bahasa Arab bagi siswa adalah sebagai (1) sarana untuk memahami teks-teks ilmu pengetahuan berbahasa Arab, (2) sumber pemahaman tentang berbagai gambaran manusia, peristiwa, dan kehidupan pada umumnya, (3) wahana memahami berbagai bentuk peristiwa di masa lalu, sekarang, dan yang akan datang, (4) wahana untuk memahami terdapatnya berbagai perbedaan baik ditinjau dari keberadaan manusia sebagai individu maupun sosial, suku maupun bangsa, (5) pengantar memahami hakikat kehidupan dan kematian, penderitaan dan kegembiraan, kegagalan dan keberhasilan, serta berbagai bentuk gejolak emosional lain yang akrab dengan kehidupan manusia, dan (6) wahana untuk menciptakan dialog, diskusi, dan tanggapan-tanggapan personal tentang isu-isu dalam kehidupan sosial, masyarakat, baik melalui komunikasi lisan maupun tulisan (Nurhidayati  2011:87-88).

Menurut Hasibuan (1988:54), metode pembelajaran yang efektif adalah metode pembelajaran yang di dalamnya terjadi interaksi dua arah antara guru dan siswa, guru tidak harus selalu menjadi pihak yang lebih dominan. Pada teknik pembelajaran, guru tidak boleh hanya berperan sebagai pemberi informasi tetapi juga bertugas dan bertanggung jawab sebagai pelaksana yang harus menciptakan situasi memimpin, merangsang, dan menggerakkan siswa secara aktif. Selain itu, guru harus mampu menimbulkan keberanian siswa untuk mengeluarkan idea tau sekedar untuk bertanya. Karena mengajar bukanlah sekedar aktivitas menyampaikan informasi kepada siswa, melainkan suatu proses yang menuntut perubahan peran seorang guru sebagai pemberi informasi dan menjadi pengelola belajar yang bertujuan untuk menbelajarkan siswa agar terlibat secara aktif. Dengan demikian, terjadi perubahan-perubahan tingkah laku siswa sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan pada umumnya.

Dari sumber di atas dapat disimpulkan bahwa teknik pembelajaran adalah pelaksanaan secara operasional suatu metode dengan spesifik untuk mengajarkan sesuatu terhadap seseorang dalam koridor metode yang sama.

2)      Media Pembelajaran

Dadang Supriatna (2009:3) mengatakan, bahwa ,edia merupakan bentuk jamak dari kata ‘medium” yang berasal dari bahasa latin yang berarti “antara”, media dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang menjadi perantara atau penyampai informasi dari pengirim pesan kepada penerima pesan.

Berdasarkan definisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang terencana, terprogram dan bertujuan untuk mengantarkan pesan atau isi pelajaran sehingga dapat merangsang minat, pikiran, perhatian, perasaan, dan prilaku siswa dalam kegiatan belajar mengajar agar mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Jadi media pembelajaran bahasa Arab adalah media pembelajaran yang terencana, terprogram dan bertujuan agar pesan materi bahasa Arab bisa dengan mudah dimengerti siswa dan mencapai tujuan pembelajaran bahasa Arab.

Menurut John Lannon (1982:261) yang dikutip oleh Azhar Arsyad, mengemukakan bahwa media pembelajaran itu penting karena dapat : 1).   menarik minat siswa, 2).  meningkatkan pengertian siswa. 3).   memberikan data yang kuat/terpercaya. 4).  memadatkan informasi. dan  5).   memudahkan menafsirkan data.

Rohmat (2010:16), menyatakan bahwa didalam memilih media pembelajaran, hendaknya kita memperhatikan syarat-syaratnya, yaitu; a).  sesuai dengan tujuan instruksional yang akan dicapai, apakah media tersebut dapat dipakai untuk mencapai tujuan instruksional ? b).  sesuai dengan anak yang belajar. Apakah media yang dipilih itu benar-benar menarik perhatiaan anak ?  c).  ketersediaan bahan media. Dapatkah media itu diperoleh dengan mudah? Apakah tersedia bahan untuk memproduksi media yang dipilih ? d).  biaya pengadaan, apakah seimbang dengan manfaatnya ? dan e). kualitas/mutu teknik. Apakah media yang dipilih kualitasnya masih baik ?

Selain itu menurut (Thorn, 1995) yang dikutip oleh  Abdul Hamid (2008:179) ada enam kriteria untuk memilih media yang interaktif, yaitu; kriteria pertama adalah kemudahan navigasi, dimana sebuah program harus dirancang sesederhana mungkin sehingga pembelajar bahasa tidak perlu belajarkomputer dahulu. Kriteria yang kedua adalah kandungan kognisi. Kriteria yang ketiga adalah pengetahuan dan presentasi informasi. Kriteria keempat adalah integrasi media dimana harus mengintegrasikan aspek dan ketrampilan bahasa yang harus dipelajari. Kriteria yang kelima yaitu tampilan yang menarik dan artistik. Kriteria keenam yaitu penilaian yang menyeluruh, artinya setelah belajar pembelajar harus benar-benar merasa dirinya sudah belajar.

Bagi pelajar yang memiliki tipe belajar auditorial atausam’iyyah, belajar akan lebih menyenangkan apabila dengan cara mendengarkan, baik mendengarkan cerita, pidato, keterangan maupun dalam bentuk lagu-lagu (Bobbi DePorter, 2000:168). Pelajar dengan tipe ini apabila belajar mandiri biasanya lebih suka dengan membaca buku secara keras, atau paling tidak telinganya bisa mendengarkan, sambil mendengarkan musik atau merubah pelajaran menjadi syair-syair lagu. Di dalam pelajaran bahasa Arab media ini cocok diterapkan dalam memahami teks yang berupa bunyi (listening), juga latihan muhadtsah (percakapan) maupun  Khitobah (Pidato).

Lagu merupakan gubahan seni nada atau suara dalam urutan, kombinasi dan hubungan temporal untuk menghasilkan gubahan music yang mempunyai kesatuan dan kesinambungan. Dengan ragam atau nada atau suara yang berirama disebut juga dengan lagu.

3)      Penguasaan Mufrodat

Kosakata (mufradat) adalah himpunan kata atau khazanah kata yang diketahui oleh seseorang atau kelompok, atau merupakan bagian dari suatu bahasa tertentu. Kosakata seseorang didefinisikan sebagai himpunan semua kata-kata yang dimengerti oleh orang tersebut dan kemungkinan akan digunakannya untuk menyusun kalimat baru. Kekayaan kosakata seseorang secara umum dianggap merupakan gambaran dari intelejensia atau tingkat pendidikannya.
Menurut Horn, kosakata adalah sekumpulan kata yang membentuk sebuah bahasa. Peran kosakata dalam menguasai empat kemahiran berbahasa sangat diperlukan sebagaimana yang dinyatakan Vallet adalah bahwa kemampuan untuk memahami empat kemahiran berbahasa tersebut sangat bergantung pada penguasaan kosakata seseorang. Meskipun demikian pembelajaran bahasa tidak identik dengan hanya mempelajari kosakata. Dalam arti untuk memiliki kemahiran berbahasa tidak cukup hanya dengan menghafal sekian banyak kosakata  (Mustofa: 2010 ).
Tujuan utama Pembelajaran mufradat adalah :
Memperkenalkan kosakata baru kepada peserta didik, melatih peserta didik untuk mengucapkan kosa kata tersebut secara benar, Memahami makna kosakata, baik secara denotatif/leksikal (berdiri sendiri) maupun  ketika digunakan dalam konteks kalimat tertentu (makna konotatif dan gramatikal), dan mampu menggunakan kosakata tersebut dalam berekspresi, baik secara lisan (berbicara) maupun tulisan (mengarang) sesuai dengan konteks yang benar.

Karena itu ukuran/indikator penguasaan mufradat peserta didik bukanlah terletak pada kemampuannya untuk menghafal mufradat itu, tetapi pada kemampuannya menggunakan mufradat tersebut dengan tepat, baik sebagai sarana untuk memahami teks, maupun sebagai sarana berekspresi ta’bir tersebut. Dengan kata lain, Pembelajaran mufradat berfungsi sebagai media untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dalam berkomunikasi dalam bahasa Arab, baik aktif maupun pasif.

METODE

Penelitian ini adalah penelitian Research and Development. Hasil dari penelitian ini adalah media lagu untuk meningkatkan penguasaan mufrodat bahasa Arab siswa MTs/SMP.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian ini adalah: .

Total responden dalam penelitian ini adalah 100 siswa MTs Negeri 02 Semarang dengan perincian 33 siswa kelas VII, 37 siswa kelas VIII dan 30 siswa kelas IX.

Untuk pandangan siswa mengenai pembelajaran bahasa Arab di madrasah selama ini maka jawaban siswa dapat dirinci sebagai berikut:  54 siswa atau 54 % responden menjawab proses pembelajaran bahasa Arab sudah memuaskan karena guru pengampu sudah ahli di bidangnya. 23 siswa atau 23 % responden menjawab bahwa pembelajaran sudah berjalan baik dan membuat siswa termotivasi belajar. Selanjutnya 12 siswa atau 12 % responden menjawab bahwa pembelajaran berjalan cukup baik , siswa belajar tetapi masih butuh perbaikan. Sedangkan sisanya yaitu 11 siswa atau 11 % responden menyatakan bahwa pembelajaran bahasa Arab masih kurang baik dan harus diekplorasi lebih dalam  lagi.

Untuk point tentang penjelasan guru bahasa Arab dalam mengajar maka jawaban  100 siswa dapat dideskripsikan sebagai berikut:  45 siswa atau 45% responden menjawab penjelasan guru sangat baik, karena guru menguasai materi dan mampu membelajarkan materi secara menarik . 26 siswa atau 26  % responden menjawab bahwa penjelasan guru baik, karena guru menguasai materi dan meminta siswa terlibat aktif dalam pembelajaran. Selanjutnya 20 siswa atau 20 % responden menjawab bahwa penjelasan guru cukup, karena materi tersampaikan tetapi guru kurang mampu menghidupkan kelas. Sedangkan sisanya yaitu 9 siswa atau 9 % responden menyatakan bahwa penjelasan guru kurang, karena guru kurang memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan menggali materi lebih dalam.

Mengenai jawaban responden terhadap pertanyaan mengenai pemanfaatan media pembelajaran dalam pelajaran bahasa Arab. Dari 100 siswa, ada 24 siswa atau 24 % responden yang menjawab bahwa guru saat membelajarkan materi selalu memanfaatkan media pembelajaran. 20 siswa atau 20 % responden  menjawab bahwa media pembelajaran dimanfaatkan saat guru meminta siswa melakukan praktek  materi belajar. Selanjutnya ada 42 siswa atau 42 % responden menjawab bahwa media pembelajaran yang dimanfaatkan kurang maksimal dan kurang variatif sehingga membosankan.  Dan sisanya yaitu 14 siswa atau 14  % responden guru kadang kala tidak memanfaatkan media pembelajaran dan hanya terfokus pada buku.

Pertanyaan selanjutnya adalah mengenai kebutuhan siswa terhadap media lagu berbahasa Arab.  Dapat dideskripsikan bahwa ada 75 siswa atau 75 % responden yang menyatakan bahwa siswa membutuhkan media lagu berbahasa Arab untuk penguasaan mufrodat pada semua materi. Selanjutnya ada 20 siswa atau 20 % responden yang menjawab bahwa siswa membutuhkan media lagu berbahasa Arab untuk penguasaan mufrodat pada materi tertentu. Dan sisanya 5 siswa atau 5 % responden menjawab bahwa siswa tidak membutuhkan media lagu berbahasa Arab untuk penguasaan mufrodat

 Jawaban yang diberikan oleh siswa terhadap pertanyaan mengenai pengembangan media lagu berbahasa Arab. 26 siswa atau 26 % responden memberikan jawaban  sangat setuju, karena penggunaan media lagu berbahasa Arab akan membantu siswa dalam menguasai mufrodat bahasa Arab. Selanjutnya 72 siswa atau 72 % responden menyatakan sangat setuju, karena membantu siswa menguasai mufrodat dengan cara yang menyenangkan. 1 siswa atau 1 % responden  menyatakan tidak setuju, karena media lagu berbahasa Arab tidak berpengaruh terhadap penguasaan mufrodat. Sisanya yaitu 1 siswa atau 1 % responden menjawab tidak setuju, karena media lagu justru akan semakin menyulitkan siswa menguasai mufrodat.

 

Berikut adalah lagu berbahasa Arab yang dikembangkan untuk pembelajaran bahasa Arab di MTs/SMP.

Untuk Kelas VII

التعارف (lagu ilir – ilir)

1.      هُوَ dia laki laki                                           .10مَنْ artinya siapa

2.      هِيَ dia perempuan                                      .11اِسْمِي namaku

3.      أَنْتَ kamu laki laki                                      .12طَالِبٌ siswa

4.      أَنْتِ kamu perempuan                                 .13طَالِبَةٌ siswi

5.      أَنَا saya                                                       .14 صَدِيْقِي temanku laki laki

6.      هذَا ini laki laki                                            .15صَدِيْقَتِي temanku perempuan

7.      هذِه ini perempuan                                        ayo kita hafalkan

8.      ذَلِكَ itu laki laki                                           sambil kita nyanyikan

9.      تِلْكَ itu perempuan

 

(lagu Abatasa – WALI) المدرسة

1.      تِلْمِيْذٌ murid                                                              .9وَاسِعٌ itu luas

2.      مَدْرَسَة itu sekolah                                                   .10كَبِيْرٌ artinya besar

3.      مُدَرِّسٌ guru                                                              .11قَلَمٌ itu pena

4.      مَكْتَبٌ artinya meja                                                   .12مِسْطَرَةٌ itu penggaris

5.      كِتَابٌ itu buku                                                          .13كُرَاسَة buku tulis

6.      قَاعَةٌ itu aula                                                            .14مَكْتَبَةٌ perpustakaan

7.      فَصْلٌ itu kelas                                                         .15مِمْسَحَةٌ penghapus

8.      كُرْسِيٌ artinya kursi                                                 .16سَبُوْرَةٌ papan tulis

 

 

البيت (lagu Tamasya)

1.      بَيْتٌ itu rumah                                             .7غُرْفَة النَوْم itu artinya kamar tidur

2.      غُرْفَةٌ ruangan                                              .8 غَرْفَة المُذَكَرَة itu ruang belajar

3.      غُرْفَة الضُيُوْف itu artinya ruang tamu             .9مَكْتَبٌ itu meja

4.      غُرْفَة الجُلُوْس itu artinya ruang kluarga         .10كُرْسِيٌ itu kursi

5.      مَطْبَخ dapur                                                 .11بَابٌ pintu

6.      حَمَام kamar mandi                                      .12نَافِذَةٌ jendela

7.

الأسرة  (lagu Kereta Malam)

أَبٌ bapak          أُمٌّibu                                         Jug ijag ijug ijag ijug   جَدٌّkakek

أَخٌsaudara laki – laki                                        jug ijag ijug ijag ijug    جَدَّةٌnenek

أُخْتٌsaudara perempuan

عَمٌّpaman                        عَمَّةٌbibi

 

العنوان(lagu Assalamu’alaikum Opick)

1.      السلام عليكم يا أخي يا أختي 2x

2.      حَيَا بِنَا نَتَعَلَّمُ، نَتَعَلَّمُ عَنِ الْعُنْوَان 2x                                    .7السلام عليكم يا أخي يا أختي 2x

3.      اَلْعُنْوَانُ itu alamat                                                     .8مَدِيْنَةٌ artinya kota

4.      بَيْتٌ artinya rumah                                                  .9قَرْيَةٌ artinya desa

5.      شَارِعٌ artinya jalan                                                  .10بَعِيْدٌ artinya jauh

6.      رَقْمٌ itu artinya nomor                                             .11قَرِيْبٌ artinya dekat

 

 

الألوان (lagu Anak Gembala)

1.      لَوْنٌ itu artinya warna                                  .5أَزْرَقٌ itu artinya biru

2.      أَحْمَرٌ itu artinya merah                                .6أَسْوادٌ itu artinya hitam

3.      أَخْضَرٌ itu artinya hijau                                .7أَبْيَضٌ itu artinya putih

4.      أَصْفَرٌ itu artinya kuning                              .8أَسْمَرٌ itu artinya cokelat

Tra lala lala lala tra lala lala 2x                       tra lala lalala tra lala lalala 2x

 

Untuk Kelas 8

الساعة (lagu Cublek – cublek Suweng)

1.      كَم السَّاعّة itu artinya jam berapa                   .10دَقِيْقَةٌ itu menit

2.      سَاعَةٌ itu jam                                               .11نِصْفٌ itu setengah

3.      تَارِيْخٌ itu tanggal                                         .12رُبْعٌ itu seperempat

4.      يَوْمٌ itu hari                                                  .13سَاعَةُ اليَدِّ artinya jam tangan

5.      شَهْرٌ artinya bulan                                       .14مَتَى artinya kapan

6.      سَنَّةٌ itu tahun                                              .15زَمَانٌ itu zaman

7.      سَاعَةُ الجِدَّار artinya jam dinding                  .16قَدِيْمٌ dahulu

8.      وَ itu lebih dari                                           .17وَقْتٌ artinya waktu

9.      إِلاَّ kitu kurang dari                                     .18دَوْرَةٌ putaran

أنشطتي في المدرسة (lagu Naik Delman)

1.      مَدْرَسَةٌ sekolah                                             .10كَتَبَ itu menulis

2.      فَصْلٌ artinya kelas                                       .11كِتَابٌ buku

3.      مَكْتَبَةٌ perpustakaan                                      .12الرِيَاضَة olahraga

4.      مَقْصَفٌ kantin                                              .13الدِّيْنُ الإِسْلَامِي artinya agama islam

5.      تَعَلَّمُ belajar                                                  .14حِصَّةٌ itu artinya jam pelajaran

6.      عِلْمٌ artinya ilmu                                          .15مَعْمَلٌ itu artinya laboratorium

7.      دَرْسٌ pelajaran                                            .16الرِّيَاضِيَّة itu artinya matematika

8.      اللغة itu bahasa                                            .17كِتَابُ التَّفْسِيْرِ artinya buku tafsir

9.      قَرَاءَ membaca                                             .18كِتَابُ التَّارِيْخِ itu buku sejarah

 

أنشطتي في البيت (lagu Apuse Kokondao)

1.      بَيْتٌ itu rumah                                             .11رَكِبَ mengendarai

2.      اسْتَيْقَظَ bangun tidur                                                .12دَرَّاجَةٌ itu sepeda

3.      اتَنَاوَلُ الفُطُوْر itu sarapan                               .13مُبَكِّرًا pagi – pagi

4.      اتَنَاوَلُ الغَدَاء artinya makan siang                  .14دَائِمًا selalu

5.      اغْتَسَلَ itu mandi                                          .15اسْتَمَعَ mendengarkan

6.      ذَهَبَ pergi                                                   .16سَاعَدَ itu membantu

7.      رَجَعَ pulang                                                            .17احْتَاجَ membutuhkan

8.      أَكَلَ makan                                                  .18عَصِيْرٌ jus

9.      نَامَ tidur                                                      .19مُتَأَخِّرًا itu terlambat

10.   جَلَسَ duduk                                               .20لَعِبَ bermain

.21مَلْعَبٌ lapangan

 

 

 

Untuk Kelas 9

ذكرى هجرة الرسول (lagu Ilir – ilir)

1.      ذِكْرَى itu peringatan                                    .16اِنْتَشَرَ itu tersebar

2.      حَادِثَةٌ peristiwa                                            .17تَشَارَكَ bekerja sama

3.      وَطَنٌ tanah air                                             .18تَآخى bersaudara

4.      سَرِيْعٌ artinya  cepat                                     .19اِسْتَقْبَلَitu menyambut

5.      حَارًّartinya hangat                                      .20قَتَلَ itu membunuh

6.      أَقَارِبُ artinya dekat                                     .21سَكَنَ itu tinggal

7.      أَنْصَارٌ  artinya anshor                                 .22جَعَلَ menjadikan

8.      تَرَكَ meninggalkan                                     .23مَنَعَ itu mencegah

9.       وَصَلَ artinya sampai                                  .24أَهَالِي itu penduduk

10.   وَضَعَ itu membuat                                     .25تِجَارَةٌ artinya dagang

11.   هَنَّأ mengucapkan salam                            .26تَقْوِيْمٌ itu kalender

12.   اَلْجُزُرُ pulau – pulau                                   .27أَعْضَاءٌ itu anggota

13.   أَمْوَالٌ itu harta                                            .28وَزَّعَ itu membagi

14.   هَاجَرُ itu berhijrah                                      .29تَتَعَلَّقُ berkaitan

15.   اِحْتَفَلَ merayakan                                        .30نَجَّى menyelamatkan

ذكرى مولد النّبي (lagu Ampar – ampar Pisang)

1.      بِطَاقَاتُ الدَّعْوَة itu kartu undangan                 .10عُقِدَ dislenggarakan

2.      اَلْمَدْعُوِّيْن itu para undangan                         .11مَوْضُوْعٌ artinya judul

3.      اَلْمَدْعُوَّات itu para undangan juga                 .12قَاعَةٌ artinya aula

4.      مُحَاضَرَة artinya ceramah                            .13تُنَظَّمُ itu artinya mengatur

5.      رَئِيْسَةُ لَجْنَة ketua panitia                              .14زَيَّنَ itu artinya menghiasi

6.      سِكْرِتِيْر artinya sekretaris                            .15لَا شَكَّ tidak diragukan

7.      أَلْقَى menyampaikan                                    ayo kawan2  mari kita nyanyikan

8.      وَزَّعَ itu membagi                                       jangan lupa mari kita hafalkan

9.      سِيْرَةٌ artinya sejarah

SIMPULAN

Simpulan artikel ini: 1). Total responden dalam penelitian ini adalah 100 siswa MTs Negeri 02 Semarang dengan perincian 33 siswa kelas VII, 37 siswa kelas VIII dan 30 siswa kelas IX. 2). Untuk pandangan siswa mengenai pembelajaran bahasa Arab di madrasah selama ini maka jawaban siswa dapat dirinci sebagai berikut:  54 siswa atau 54 % responden menjawab proses pembelajaran bahasa Arab sudah memuaskan karena guru pengampu sudah ahli di bidangnya. 23 siswa atau 23 % responden menjawab bahwa pembelajaran sudah berjalan baik dan membuat siswa termotivasi belajar. Selanjutnya 12 siswa atau 12 % responden menjawab bahwa pembelajaran berjalan cukup baik , siswa belajar tetapi masih butuh perbaikan. Sedangkan sisanya yaitu 11 siswa atau 11 % responden menyatakan bahwa pembelajaran bahasa Arab masih kurang baik dan harus diekplorasi lebih dalam  lagi. 3). Untuk point tentang penjelasan guru bahasa Arab dalam mengajar maka jawaban  100 siswa dapat dideskripsikan sebagai berikut:  45 siswa atau 45% responden menjawab penjelasan guru sangat baik, karena guru menguasai materi dan mampu membelajarkan materi secara menarik . 26 siswa atau 26  % responden menjawab bahwa penjelasan guru baik, karena guru menguasai materi dan meminta siswa terlibat aktif dalam pembelajaran. Selanjutnya 20 siswa atau 20 % responden menjawab bahwa penjelasan guru cukup, karena materi tersampaikan tetapi guru kurang mampu menghidupkan kelas. Sedangkan sisanya yaitu 9 siswa atau 9 % responden menyatakan bahwa penjelasan guru kurang, karena guru kurang memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan menggali materi lebih dalam. 4). Untuk pertanyaan mengenai pemanfaatan media pembelajaran dalam pelajaran bahasa Arab dari 100 siswa, ada 24 siswa atau 24 % responden yang menjawab bahwa guru saat membelajarkan materi selalu memanfaatkan media pembelajaran. 20 siswa atau 20 % responden  menjawab bahwa media pembelajaran dimanfaatkan saat guru meminta siswa melakukan praktek  materi belajar. Selanjutnya ada 42 siswa atau 42 % responden menjawab bahwa media pembelajaran yang dimanfaatkan kurang maksimal dan kurang variatif sehingga membosankan.  Dan sisanya yaitu 14 siswa atau 14  % responden guru kadang kala tidak memanfaatkan media pembelajaran dan hanya terfokus pada buku. 5). Mengenai kebutuhan media lagu berbahasa Arab untuk penguasaan mufrodat jawaban responden dapat dijabarkan sebagai berikut: 75 siswa atau 75 % responden yang menyatakan bahwa siswa membutuhkan media lagu berbahasa Arab untuk penguasaan mufrodat pada semua materi. Selanjutnya ada 20 siswa atau 20 % responden yang menjawab bahwa siswa membutuhkan media lagu berbahasa Arab untuk penguasaan mufrodat pada materi tertentu. Dan sisanya 5 siswa atau 5 % responden menjawab bahwa siswa tidak membutuhkan media lagu berbahasa Arab untuk penguasaan mufrodat6). Jawaban  responden terhadap pertanyaan mengenai pengembangan media lagu berbahasa Arab adalah sebagai berikut: 26 siswa atau 26 % responden memberikan jawaban  sangat setuju, karena penggunaan media lagu berbahasa Arab akan membantu siswa dalam menguasai mufrodat bahasa Arab. Selanjutnya 72 siswa atau 72 % responden menyatakan sangat setuju, karena membantu siswa menguasai mufrodat dengan cara yang menyenangkan. 1 siswa atau 1 % responden  menyatakan tidak setuju, karena media lagu berbahasa Arab tidak berpengaruh terhadap penguasaan mufrodat. Sisanya yaitu 1 siswa atau 1 % responden menjawab tidak setuju, karena media lagu justru akan semakin menyulitkan siswa menguasai mufrodat. 7). Adapun lagu yang dikembangkan oleh tim peneliti mencakup mufrodat utama yang diajarkan di kelas VII, VIII, dan IX Madrasah Tsanawiyah.

 

 

SARAN

Pembelajaran bahasa Arab masih sangat perlu dikembangkan di madrasah maupun sekolah yang ada di Indonesia. Pengembangan media pembelajaran yang inovatif hendaknya selalu dikembangkan oleh para guru sehingga para siswa belajar bahasa Arab dengan menyenangkan dan hasil belajarnya baik.

Media lagu berbahasa Arab sangat dibutuhkan bagi pembelajaran bahasa Arab di tingkat MTs/ SMP. Karena dengan menggunakan media tersebut para siswa akan belajar dengan senang. Media yang sudah dikembangkan ini perlu untuk diujicobakan efektifitasnya dalam meningkatkan penguasaan mufrodat bahasa Arab siswa.

Penelitian ini baru sebagai awal penelitian yang harus dilanjutkan pada penelitian selanjutnya. Semoga bermanfaat.

 

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Wahab,Muhbib,Drs, MA, 2004..Teknik dan model penyajian materi Bahasa Arab, Depag RI, Jakarta.

Ainin. Moh. 2010. Metodologi Penelitian Bahasa Arab. Malang: Hilal Pustaka

Mustofa, Saiful, 2010. Strategi Pembelajaran Mufradat, UIN Malang.

Moleong., J. Lexy. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Penerbit Remaja Rosdakarya.

Nurhidayati. 2011. Pembelajaran Menyimak Apresiatif Cerita Pendek Dengan Strategi Belajar Kooperatif. Artikel dalam Jurnal Litera, Volume 10, Nomor 1, April 2011.

Purwa, B. K. 1997. Pokok-Pokok Pengajaran Bahasa dan Kurikulum 1994 Bahasa Indonesia. Jakarta: Depdikbud.

Richey and Rita C. Klein. 2007. Design and Development Research. London: Lawrence Erlbaum Associates Inc.

Risager, K. 2006. Language And Culture: Global Flows And Local Complexity. Clevedon, England: Multilingual Matters.

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung. Penerbit Alfabeta.

Sujadi. 2002. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Sukmadinata, Nana Syaodih. 2009. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Yasnur, Asri. 1992. Komparasi Kemampuan Mengapresiasi Puisi Melalui Pendekatan Struktural Dan Pragmatik. Tesis. Bandung: PPS IKIP Bandung.

 

*) Hasan Busri, Alumnus MUS-YQ tahun 1997, Dosen Pendidikan Bahasa Arab Universitas Negeri Semarang (Unnes). Tulisan ini telah dipresentasikan dan dipublikasikan di Prosiding Semnas Bahasa dan Sastra Asing Unnes pada 14 September 2017.

(Visited 9 times, 1 visits today)

About admin yk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *