Home / Hikmah / Ketika Kiai Arwani Dihina

Ketika Kiai Arwani Dihina

Awal KH. Muhammad Arwani Amin mendirikan pondok thariqah di Kwanaran, Kajeksan, Kudus, seseorang tidak suka kepada kiai pakar al-Qur’an tersebut. Suatu ketika ketidaksukaannya itu dilampiaskan dengan menempelkan secaris kertas bertuliskan kata-kata makian dan hinaan di dinding pondok tempat suluk para santri.

Mengetahui tulisan itu, para santri bergegas melaporkan kejadian itu kepada Kiai Arwani dengan harapan mereka mendapat izin dari Kiai Arwani untuk mencopot atau merobek kertas tersebut. Di luar dugaan, para santri justru mendapat jawaban yang penuh cinta dan kelembutan.

Jarke wae tulisane, seng nulis ben seneng disik (Biarkan dulu tulisan itu, supaya orang yang menulisnya merasa senang),” demikian jawaban Kiai Arwani.

Cerita ini saya terima dari KH. Imron Hasani Cholil, Mustasyar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Tawangharjo, Grobogan, sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah, Grobogan, Jawa Tengah.

Lebih lanjut Kiai Imron menekankan pentingnya berbuat baik kepada siapa pun, bahkan juga kepada orang-orang yang membenci atau memusuhi kita.

“Berbuat baik kepada orang yang telah berlaku baik kepada kita, itu wajar. Namun, bebuat baik dan berlemah halus kepada orang yang telah berlaku buruk kepada kita, itu baru luar biasa. Benar-benar akhlak yang mulia,” terang Kiai Imron. “Rasulullah terlalu sering dihina, dicaci maki, bahkan dilempari kotoran hewan oleh orang kafir. Namun, beliau tetap bersikap halus dan tidak membalasnya.” (Asnawi Lathif/Abdullah Alawi)

(Visited 136 times, 5 visits today)

About admin yk

Check Also

Jangan-jangan Kita Termasuk Orang Sombong

  Orang sombong ialah orang yang tidak mau menerima jika dinasihati. Sebaliknya, jika memberi nasihat, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *